Belajar Tentang Sejarah Hermes: Bagaimana Tas Menjadi Simbol Kemewahan
Jan 13, 2023
Kini menjadi simbol kemewahan, sejarah Hermes ternyata berawal dari penyedia perlengkapan berkuda.
Hermes adalah salah satu luxury brand terbaik di dunia saat ini. Rumah desain satu ini memiliki spesialisasi pada produk berbahan kulit, aksesoris, perabotan rumah tangga, parfum, perhiasan, jam, hingga pakaian.
Kualitas dan eksklusivitas, mungkin dua kata tersebut yang bisa menggambarkan brand asal Perancis ini. Itulah mengapa hingga hari ini para masyarakat kelas atas berebut untuk mendapatkan produk Hermes, meski dengan harga tinggi dan bahkan rela masuk waiting list hingga 5 tahun.
Dengan reputasi yang sedemikian, memangnya bagaimana sejarah awal Hermes hingga akhirnya sebesar hari ini?
Berawal dari Penyedia Perlengkapan Berkuda
Jika kita cemati, logo Hermes merupakan gambar dari sebuah kereta kuda. Hal ini bukannya tanpa alasan, ketika pertama didirikan Hermes memang perusahaan penyedia perlengkapan berkuda.
Semua berawal ketika Thierry Hermes mendirikan Hermes pada tahun 1837 di Paris. Perusahaan ini menyediakan pelana, kekang, dan perlengkapan berkuda lain untuk melayani para penunggang kuda kelas atas, seperti bangsawan Eropa.
Sadar target market-nya adalah para bangsawan, Thierry Hermes tidak berkompromi terhadap kualitas. Sehingga hanya perlengkapan kuda berkualitas tinggilah yang Hermes hasilkan. Benar saja, Hermes memenangkan berbagai penghargaan terbaik di kelasnya dari Expositions Universelles di Paris pada 1855 dan 1867.
Pada 1880, Charles-Emile Hermes resmi menggantikan ayahnya, Thierry Hermes. Charles-Emile memindahkan perusahaan dari Grands Boulevards ke 24 Faubourg Saint-Honore yang menjadi lokasi dari Hermes hingga kini.
Di masa ini, Hermes mulai memproduksi tas. Namun bukan tipe tas yang kita kenal hari ini, melainkan sebuah Haut à Courroies. Tas ini didesain khusus bagi para penunggang kuda sebagai tempat pelana.
Dari generasi ke generasi, reputasi Hermes sebagai produsen barang berkualitas semakin tersiar ke seluruh penjuru dunia. Pada tahun 1918, Hermès memperkenalkan jaket golf kulit pertama dengan ritsleting, yang dibuat untuk Pangeran Wales saat itu.
Era Tas Tangan dari Kulit
Tas tangan pertama yang diproduksi oleh Hermes bermula ketika istri dari Emile-Maurice Hermes (anak dari Charles-Emile Hermes) tidak dapat menemukan tas tangan yang sesuai dengan seleranya. Lalu pada 1922, Emile-Maurice mendesain versi lebih kecil dari Haut à Courroies.
(source: Baghunter)
Pada 1935 Hermes memperkenalkan produk Sac à Dépêches yang ikonik. Tas yang didesain oleh Robert Dumas (menantu dari Emile-Maurice Hermes) ini menjadi perbincangan global pada tahun 1956. Hal tersebut terjadi setelah Grace Kelly (seorang Putri Monako) terfoto sedang menutupi perut hamilnya menggunakan Sac à Dépêches. Setelah kejadian itu, Sac à Dépêches pun lebih dikenal dengan Kelly Bag.
Tak hanya tas, salah satu produk paling ikonik dari Hermes juga diproduksi di masa ini. Pada 1937, Hermes memperkenalkan Hermès carrés atau syal yang terbuat dari sutra.
Pada tahun 1984, Jean-Louis Dumas (anak dari Robert Dumas) bertemu dengan seorang selebriti bernama Jane Birkin. Saat itu Jane Birkin mengeluh karena merasa tidak ada tas yang cocok dengannya. Mendengar hal itu Jean-Louis Dumas langsung membuat sketsa tas dan pada akhirnya lahirlah tas Hermes Birkin yang terkenal hingga hari ini.
Simbol Kemewahan
Tas tangan termahal yang pernah terjual di dunia adalah tas Hermes Birkin Himalayan Crocodile dengan harga $500,000 (setara dengan sekitar 7,8 milyar rupiah). Uang sebanyak itu hanya untuk satu tas tangan. Fantastis, bukan?
Salah satu alasannya adalah standar kualitas. Hermes percaya bahwa setiap produk yang keluar dengan nama merek harus mencerminkan kerja keras yang dilakukan oleh pengrajin. Maka dari itu brand satu ini tidak pernah melakukan produksi secara massal.
Tas Hermes dibuat secara handmade oleh para artisan/pengrajin. Hal ini yang menjadikan setiap tas Hermes itu unik. Untuk dapat membuat tas Hermes pun juga tidak bisa sembarangan karena perlu mengikuti kursus bertahun-tahun terlebih dahulu.
Pierre-Alexis Dumas (direktur artistik Hermes) pernah berkata bahwa Hermes begitu diinginkan karena produk dari brand ini menghubungkan kembali orang-orang kepada rasa kemanusiaan mereka. “Pelanggan kami merasakan kehadiran orang yang membuat produk tersebut, sementara pada saat yang sama produk tersebut mengembalikan mereka kepada kepekaannya sendiri, karena itu memberi mereka kesenangan melalui inderanya.“
Karena komitmen Hermes terhadap standar kualitas yang tinggi ini, Hermes menerapkan batasan produk yang bisa mereka bisa produksi setiap tahunnya. Hermes hanya mau memproduksi tas dengan kulit pilihan terbaik. Hal inilah yang menyebabkan tidak semua orang bisa membeli tas Hermes Birkin. Meskipun orang tersebut mempunyai uangnya, tapi mereka harus melakukan antrean bahkan hingga 5 tahun.
Hal tersebutlah yang juga menjaga eksklusivitas tas Hermes Birkin. Bahkan ada yang bilang investasi tas Hermes Birkin lebih menguntungkan daripada emas. Hal ini cukup masuk akal karena rendahnya supply produk berbanding terbalik dengan tingginya demand pasar, sehingga menyebabkan kelangkaan. Terlebih lagi kualitas Hermes yang unggul menjadikan produk mereka bisa awet hingga berpuluh-puluh tahun.
Perpaduan antara sejarah yang panjang, keahlian yang luar biasa, perhatian terhadap detail, dan kualitas tingkat tinggi serta profesionalisme melalui seluruh proses produksi membuat produk Hermes sebagai simbol kemewahan baru di dunia modern.
Itulah sejarah panjang Hermes dan bagaimana brand asal Perancis tersebut mampu menjadi simbol kemewahan. Jika kalian tertarik dengan produk luxury brand terutama Hermes, pastikan hanya membeli produk Hermes yang asli di Kick Avenue. 100% Guaranteed!
FAQ
Q: Dari mana asal Hermes?
A: Paris, Perancis.
Q: Hermes berdiri sejak kapan?
A: Tahun 1837.
Q: Hermes terbuat dari kulit apa?
A: Hermes menggunakan beragam jenis kulit seperti kulit sapi, kulit buaya, hingga kulit burung unta.
Q: Produk Hermes apa saja?
A: Tas tangan, syal sutra, produk berbahan kulit, aksesoris, perabotan rumah tangga, parfum, perhiasan, jam, hingga pakaian.
Q: Mengapa diberi nama Hermes Birkin?
A: Pada tahun 1984, Jean-Louis Dumas (anak dari Robert Dumas) bertemu dengan seorang selebriti bernama Jane Birkin. Saat itu Jane Birkin mengeluh karena merasa tidak ada tas yang cocok dengannya. Mendengar hal itu Jean-Louis Dumas langsung membuat sketsa tas dan pada akhirnya lahirlah tas Hermes Birkin yang terkenal hingga hari ini.